OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Suka Duka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suka Duka. Tampilkan semua postingan

Duka

Duka (Dukha) artinya sedih atau derita dimana dalam kenyataan dinamika hidup ini sejatinya adalah memang ada suka dan duka yang selalu mewarnai kehidupan ini.
*) Terkadang kita melihat hidup orang lain lebih enak, padahal mungkin saja dia lebih sulit, hanya saja dia tidak pernah mengeluh.
Karena dalam Bhagawad Gita II.15 pun ada dinyatakan bahwa : 
Sama duhka sukham dhira;
Artinya : seimbang dan

Cinta

Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja, tutur Dewi Malam suatu saat kepada Arjuna di keremangan malam, ketika dia teringat saat memadu kasih dengan Dewi Subadra, sehingga benih kasihnya “melahirkan” sosok putra yang tampan.
Inilah perasaan yang berderu kencang dalam benaknya. Arjuna sadar bahwa cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki merupakan perasaan yang manusiawi yang bersumber dari anugrah Hyang Widhi.
Ketertarikan secara fisik selanjutnya juga disebutkan kembali oleh Dewi Malam,"hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya". Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan. Tapi di samping keindahan bentuk dan rupa harus disertai pula keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik. 

Suka dan Duka

Suka Duka adalah kebahagiaan dan kedukaan yang selalu menyertai kehidupan di dunia ini;
Namun kelahiran sebagai manusia disebutkan sungguh - sungguh merupakan kelahiran yang sangat mulia, 
dalam Tattwa Jnana dijelaskan bahwa dari cetana dan acetana yang berpengaruh terhadap baik buruknya kehidupan manusia di dunia ini :
  • Hening terang penuh dengan kesadaran akan mendapatkan kebahagiaan;
  • Gelap, tidak tahu dan tanpa kesadaran akan mendapatkan kedukaan.

Sekar Madya