OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Wuku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wuku. Tampilkan semua postingan

Watugunung

Watugunung (Watu Gunung) yang disebutkan dalam wuku dengan urip 8 dan bilangan 30. Tersebutlah sebuah kisah watugunung sebagaimana yang disebutkan dalam lontar medangkemulan, sebagai salah satu acuan lontar dalam perhitungan kalender Bali.

Watugunung adalah seorang anak dari raja Kundadwipa yang bernama Dang Hyang Kulagiri dan ibunya bernama Dewi Sintakasih.

Pada mulanya diceritakan,
setelah lama bersuami istri, lalu Sang Raja Dang Hyang Kulagiri berkata kepada kedua istrinya, Dewi Sintakasih dan Dewi Sanjiwartia.

Wuku

Wuku atau pawukon dalam kalender bali adalah berjumlah 30 yang datangnya setiap 7 hari sekali.
Dalam beberapa piodalan di pura - pura yang berpatokan pada wuku akan melaksanakan yadnya setiap 210 hari sekali.
Begitu pula pada perayaan hari raya seperti galungan yang dirayakan setiap buda / hari rabu wuku dungulan, saraswati yang dirayakan setiap saniscara / hari sabtu wuku watugunung ... dll sehingga hari raya - hari raya tersebut dirayakan setiap enam bulan bali atau setiap 210 hari.

Sekar Madya