OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Tempat Suci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Suci. Tampilkan semua postingan

Merajan

Merajan (pamrajan) adalah tempat suci pemujaan dari suatu kelompok keturunan atau keluarga yang disebutkan dalam sumber kutipan, pura dan sanggah pamrajan, merajan dikelompokan menjadi tiga, yaitu: 
  1. Pura Kawitan, berfungsi untuk memuja manunggalnya atman leluhur dengan Brahman.
  2. Sanggah Pamrajan dengan sebuah pelinggih /sanggah kemulan dengan rong tiga sebagai wujud penyatuan Sanghyang Triatma dengan sumber dan asalNya.
  3. Dewa Hyang yang telah mencapai alam Swah Loka dan dihuni oleh jiwa-jiwa atau atman yang telah memiliki bathin yang bersih dan suci.

Niyasa

Niyasa (nyasa) adalah simbol keyakinan seseorang pada ke Maha Kuasaan yang diletakkan pada tempat suci yang wajar.

Oleh karena simbol - simbol niyasa itulah yang dilihat dalam jnana para Maha Rsi penerima wahyu Hyang Widhi, yang kemudian diajarkan kepada kita secara  turun temurun.

Seperti halnya niyasa untuk simbol Omkara dalam upanisad sebagaimana disebutkan kutipan Dharmacana "ongkara" oleh Ida Bhagawan Dwija dalam babad bali, Omkara merupakan Niyasa Sang Hyang Widhi, artinya 
  • alat bantu agar terkonsentrasi dan
  • pemuja mendapat vibrasi kesucian.

Sekar Madya