OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Cipta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cipta. Tampilkan semua postingan

Prakerti

Prakerti atau pradana adalah unsur badan material sebagai kekuatan kebendaan dimana berpadunya unsur ini menjadi purusa pradana maka disebutkan terciptalah citabudimanahahangkara dll sebagai unsur - unsur pembentuk bhuwana agung dan manusia sebagai ciptaan Tuhan.
  • Prakerti sebagai Ibu Prtivi, unsur ciptaan-Nya yaitu alam semesta beserta isinya yang dalam Dwi Aksara menjadi perlambang Rwabhineda, dualitas purusha prakerti untuk semua makhluk hidup yang tercipta.
  • Unsur kebendaan / prakerti yang dalam banten pejati biasanya disimbolkan dengan pangi sebagai salah satu sarwa pala bungkah yaitu tumbuh - tumbuhan yang berbuah 

Paras Paros

Paras Paros adalah semangat kebersamaan yaitu seia sepenanggungan atau seia sekata dalam menjaga keharmonisan Tri Hita Karana khususnya hubungan palemahan antara manusia dan lingkungannya
untuk mencapai ketentraman bersama jagadhita sebagai penerapan ajaran karma marga 
yang dengan dilandasi filosofi "paras-paros sarpanaya salunglung sabayantaka" ini diharapkan agar kita selalu dapat menjalin persahabatan kepada setiap orang.
Sejalan dengan itu, nilai paras-paros ini juga tampaknya relevan dimaknai dalam menghadapi situasi akhir-akhir ini yang dalam "Paras Paros" PKB 2012, kutipan artikel Bali Post disebutkan bahwa,

Kebodohan

Kebodohan yang juga disebut sebagai "Awidya" adalah kegelapan pikiran dalam kehidupan ini yang disebutkan perlu dihilangkan,
  • Dalam Saracamuscaya (sloka 399-404) dalam beberapakumpulan renungan disebutkan, 
    • Kebodohan adalah tiadanya kecerdasan akal budi atau tiadanya kesadaran akan kebenaran sejati (tiadanyaprajna) atau tiadanya pengetahuan tentang hakikat dari sesuatu konsep keseimbangan kecerdasan,
      • Kecerdasan akal-budi akan meningkatkan kualitas moral, 
      • sedangkan kecerdasan keilmuan pragmatis duniawi justru menimbulkan keterikatan hati pada materi. 

Kecerdasan

Kecerdasan adalah selalu bertambahnya ilmu pengetahuan, karena manusia tanpa kecerdasan akan mempunyai sifat tri guna yang dalam siwa samhita disebutkan,
Manusia dengan kebodohan dan kelambanan akan dapat menyebabkan semakin hilangnya dharma kebaikan yang dapat berpengaruh terhadap kecerdasan untuk masa depan manusia itu sendiri, pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, negara dll.

Kecerdasan dalam berbagai ilmu pengetahuan yang dalam bahasa bali disebutkan sebagai kepradnyanan atau kewisesan dalam tuntunan guru pengajian di sekolah, kampus dll yang diawali dengan doa / mantra sembahyang sehari - hari untuk dipanjatkan kepada Tuhan disebutkan dapat memancarkan kekuatan rohani & kecerdasan pikiran.

Sekar Madya