OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Banten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banten. Tampilkan semua postingan

Banten Prayascita

Prayascitta adalah banten yang dipergunakan untuk mensucikan pikiran yang dalam sumber kutipan upacara ruwatan disebutkan prayascitta berasal dari suku kata :
  • Pra (sebelum) dan 
  • citta (pikiran), 
jadi Prayascitta bermakna untuk mensucikan pikiran. 
  • Prayascitta memohon panugraha kepada Dewa Iswara dalam wujud sebagai Bhagawan Isa. 
  • Sebagai pensucian alam semesta, maka ditujukan kepada Svah Loka dan pada diri manusia untuk mensucikan Idep/pikiran. Dalam prakteknya banten ini dijalankan/diarahkan ke-kepala.

Banten Pemlaspasan Untuk Kendaraan Baru

Membeli kendaraan baru juga perlu upacara pemlaspasan agar memperoleh keselamatan di jalan dan dibuatkan banten kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa seperti halnya banten untuk punya mobil baru sebagaimana disebutkan ada beberapa jenis bantennya yaitu :
  • Prayascita; untuk pembersihan agar tenang yang membawanya dan diberikan keselamatan.
  • Banten pengulapan; agar dijauhi dari unsur-unsur yang ingin mengganggu.
  • Banten sorohan tumpeng 5 ; alasnya memakai ceper dan di isi tumpeng kecil 5 buah di lengkapi dengan rerasmen dan jaje, buah buahan lengkap dengan sampiyan kebah yang sudah metanding 
  • Pejati; mengesahkan dan atau meresmikan suatu upacara yang telah diselenggarakan secara lahir bathin.

Buah Salak

Buah salak yang dinilai baik biasanya adalah salak yang memiliki rasa manis, tidak sepet, tidak masam dan halus daging buahnya. 

Di Bali, buah salak ini sebagai rangkaian dalam tetandingan banten disebutkan :
Sebagai simbul nunas Amertha Kamandalu, agar diberikan kekuatan fisik, akal dan budhi seperti halnya dijelaskan dalam penggunaannya pada celemik dalam canang merake yang biasanya dirangkai dengan buah lainnya berupa tebu, pisang serta beberapa jenis jajan.
Buah salak juga disebutkan merupakan

Pisang (Biu)

Pisang (Biu) yang dalam bahasa Balinya disebutkan :
  • Buahnya termasuk jenis pala gantung yang dalam penggunaan penjor disebutkan merupakan salah satu wakil dari tumbuhan dan benda sandang pangan yang dikarunia oleh Hyang Widhi Wasa.
  • Daun pisang :
    • Tuanya disebut dengan kraras yang menjadi pelengkap

Sanganan

Sanganan yang dimaksudkan adalah kue (jajan; jaja; jaje) untuk persembahan dalam upacara yadnya (banten), piodalan, persembahyangan dll sebagaimana yang disebutkan dengan persembahan gebogan sebagai sarana dan niat suci yang bertujuan untuk mengucapkan rasa bhakti dan syukur kehadapan Hyang Widhi sehingga disajikan sedemikian rupa dalam berbagai bentuk, seni dan makna.

Raka - Raka

Raka - raka (rakan) adalah berbagai jenis buah-buahan dan sanganan, yang sebagai perlengkapan dalam tetandingan banten saat upacara yadnya dilaksanakan, biasanya dirangkai dengan reringgitan dedaunan yang sebagaimana dijelaskan, awal mulanya merupakan hasil karya dari para ilmuwan-ilmuwan sorga atau swah loka sehingga,
  • berhati suci dan ikhlas,
  • jangan sampai berbicara yang kasar, kotor, manah, 
  • dan lain-lain,
Karena buah - buahan merupakan unsur dari tanaman, yang pada sloka pada Weda V.11.6 dalam aspek relegi pertamanan tradisional Bali disebutkan : 
“Tvam agne agniraso guhahitam Anuavidan sinriyanam vane-vane”
yang artinya kurang lebih bahwa, 
tanaman merupakan ciptaan Tuhan untuk menunjang kebutuhan makhluk hidup
termasuk manusia (makan dan keperluan lainnya).  

Banten Dapetan

Dapetan berasal dari akar kata “dapet” mendapatkan akhiran An, yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti yang didapatkan, ditemukan atau dihasilkan. 

Banten Dapetan sebagai lambang/nyasa dari Karma Wasana, semua yang kita alami, yang  kita temukan/dapatkan dan kita hasilkan dalam kehidupan ini, 
  • baik ataupun buruk, 
  • suka maupun duka, 
  • pintar ataupun bodoh, 
  • kaya maupun miskin, 
  • keberhasilan ataupun kegagalan 

Sekar Madya