OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Tri Pramana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tri Pramana. Tampilkan semua postingan

Agama Pramana

Agama Pramana adalah suatu ukuran atau cara yang dipakai untuk mengetahui dan meyakini sesuatu yang merupakan bagian dari Tri Pramana sebagaimana disebutkan dalam widhi tatwa, dengan mempercayai ucapan - ucapan kitab suci agama, petuah - petuah dan ceritera para guru, Resi atau orang - orang suci lainnya yang dapat dipercayai dan diyakini karena kesucian batin dan keluhuran budi dari para Maha Resi sebagai seorang sulinggih atas apa yang diucapkan atau diceriterakannya sehingga menjadi pengetahuan bagi pendengarnya. 
Atau misalnya melalui guru pengajian dalam  ilmu pengetahuan alam berceritera bahwa di angkasa luar banyak planet - planet, sebagaimana juga bumi

Bayu

Bayu adalah unsur angin / udara yang menjadi kekuatan nafas atau tenaga dari pramana setiap mahluk hidup dan bhuwana agung, alam semesta kita ini yang dalam asta dewata disebutkan bersumber dari Bhatara Bayu sebagai manifestasi dari Sang Hyang Widhi.

Bayu sebagai salah satu elemen dasar dari panca maha butha yang dalam penciptaan bhuana alit disebutkan terdapat 10 macam udara dalam tubuh yang disebut dengan Dasa Bayu atau Dasa Prana yang meliputi :

Tri Pramana

Tri Pramana adalah tiga kekuatan hidup untuk mengetahui dan meyakini sesuatu yang berasal dari dua suku kata yaitu :

  • Tri berarti tiga.
  • Pramana sebagai kekuatan mahluk hidup.
Tri Pramana dalam Bhuwana alit | manacikapura disebutkan, tiga kekuatan mahluk hidup tersebut meliputi; 
  • Bayu, kekuatan nafas
  • Sabda,  kekuatan suara
  • Idep, kekuatan pikiran

Sabda

Sabda (Sabdha) adalah kekuatan suara, wahyu atau pembicaraan yang dapat didengar oleh manusia yang telah dilengkapi Tri Pramana untuk dapat mengetahui dan meyakini sesuatu.

Wahyu yang bersumber dari sabda Tuhan melalui mantra Ngaskara Bajra dengan penggunaan genta oleh para sulinggih, sebagai tuntunan di dalam melaksanakan dewa atau widhi yadnya biasanya diucapkan :
OM .......

Abhiwada wadanyam, Ghanta sabdha prakasyate
OM Ghanta sabdha mahasrestah, Ongkara parikirtitah
Candra nada bhindu drestham, Spulingga siwa twam ca .....

Anumana Pramana

Anumana Pramana adalah suatu metode untuk mengetahui dan meyakini sesuatu dengan menggunakan perhitungan logis /logika berdasarkan tanda-tanda atau gejala-gejala yang dapat diamati.
Sebagai bagian dari Tri Pramana untuk dapat mengetahui hakekat kebenaran sejati.
Demikian pula halnya untuk mengetahui kebenaran akan adanya Tuhan dengan

Pratyaksa Pramana

Pratyaksa Pramana adalah cara untuk mengetahui dan meyakini sesuatu dengan cara mengamati langsung terhadap sesuatu obyek, sehingga tidak ada yang perlu diragukan tentang sesuatu itu selain hanya harus meyakini yang dalam widhi tatwa disebutkan merupakan bagian dari Tri Pramana.

Pratyaksa juga dalam kutipan artikel ketutwirama dalam sad darsana (filsafat nyaya dan mimamsa) disebutkan, bahwa alat yang dipakai untuk mengamati sesuatu dibedakan menjadi dua yaitu:

  1. Pengamatan melalui panca indera, 
  2. Pengamatan yang bersifat transenden atau yang luar biasa
Contoh: seorang Yogi dapat mengetahui sesuatu

Pramana

Pramana adalah suatu kekuatan mahluk hidup yang menjadi ukuran berdasarkan eksistensi dan kemampuannya, 
  • “Eka Pramana”, makhluk hidup yang hanya memiliki satu aspek kemampuan berupa 
    • bayu yaitu tenaga untuk hidup, seperti tumbuh-tumbuhan, taru pepohonan.
  • “Dwi Pramana”, makhluk hidup yang memiliki dua aspek kemampuan berupa 
      • bayu dan 
      • sabda yaitu untuk berbicara, 
    • seperti sarwa beburon yaitu hewan/binatang. 
  • “Tri Pramana”, makhluk hidup yang memiliki tiga aspek kemampuan yang paling sempurna berupa 
      • bayu, 
      • sabda dan 
      • idep yang berupa pikiran, 
    • seperti manusia.
Sebagaimana disebutkan cinta kasih dilihat dalam perspektif Hindu, manusia satu - satunya sebagai ciptaan Tuhan yang dibekali idep pikiran dalam memasuki abad modern dan globalisasi ini dibutuhkan pemikiran manusia yang lebih arif dan bijaksana. 
Di satu sisi manusia dituntut bersikap rasional, namun di sisi lain masih diperlukan curahan emosi spiritual terutama dalam hubungan manusia dengan Tuhan sebagai Maha Pencipta alam semesta beserta isiNya berupa,
  • Keseimbangan Cinta Kasih terhadap seluruh ciptaan Tuhan yang diwujudkan dalam hubungan garis vertikal dan horizontal.
  • Menghayati lebih luas tentang Tri Hita Karana sehingga cinta kasih dapat dapat diwujudkan dalam interaksi sosial religius antara hubungan manusia dengan lingkungan dan penciptanNya.
  • Kemampuan pramana manusia yang telah meningkat dengan mengenal Tat Twam Asi, dalam prinsip cinta kasihnya disebutkan,
    • satu untuk semua, dan
    • semua yang ada untuk satu tujuan, 
    • kehidupan ini semakin tentram, tenang, damai dan bahagia.

Sekar Madya