OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Niskala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Niskala. Tampilkan semua postingan

Sorga atau Neraka Dalam Upacara Ngaben

Sorga atau neraka mana yang harus dituju?, terungkap melalui tata cara pengabenan (upacara ngaben).

Neraka dan atau sorga, yang diperoleh atma, merupakan hasil sebuah karma, dalam kehidupan, di bumi.
Perbuatan yang baik dalam subhakarma yang dilakukan manusia, maka setelah kematian, ia akan menuju Sorga.

Awidya

Awidya artinya gelap atau lupa kepada kesadaran tentang tujuan hidup di dunia ini yang dalam penelitaian agama disebutkan :
Awidhya muncul karena pengaruh unsur Panca Maha Butha yang mempunyai sifat duniawi. 
Sehingga dalam hidup ini atma dalam diri manusia berada dalam keadaan awidhya.
Dalam keadaan seperti ini, kita hidup ke dunia ini sebenarnya disebutkan bertujuan

Maya

Maya adalah sebuah keabstrakan yang bersifat tidak kekal dan selalu mengalami perubahan yang secara niskala disebutkan sebagai sesuatu yang tak berwujud (atau nirupam) namun dipercaya kebenarannya.

Menurut Siwa Tattwa Bagian I, kata maya dalam Maya Tattwa disebutkan,
  • Maya berarti semu,
  • sedangkan istilah Tattwa dalam hubungan ini berarti filsafat. 
Maya Tattwa berarti filsafat tentang segala sesuatu yang bersifat semu. Maya adalah segala sesuatu yang bersifat tidak kekal dan selalu mengalami perubahan.

Sekar Madya