OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Karma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karma. Tampilkan semua postingan

Welas Asih

Welas Asih adalah kemampuan dan kepekaan untuk dapat memberikan kebahagiaan atau membantu menemukan kebahagiaan kepada orang lain ataupun setiap mahluk hidup di alam ini sebagaimana disebutkan jagathita dharma dalam pratinjau riwayat versi moksha puncak kesadaran diri dan penyatuan kosmik;
Selalulah ingat, setiap kali ada yang memerlukan bantuan kita atau mungkin kita bisa membuat mereka sedikit lebih bahagia atau senang, segeralah lakukan kebaikan itu. 
Katakan ke diri sendiri bahwa kesempatan membantu itu sedikit, jarang kita bisa memilikinya, 
jadi lakukanlah.

Seperti sikap welas asih yang dimiliki Dewa Siwa dan Raja Sibi dalam kisah Mahabharata sebagaimana diceritakan,

  • Dalam kisah pencarian tirta amerta oleh para dewa dan raksasa di Gunung Himalaya.

Karana Sarira

Karana Sarira; Manomaya Kosha adalah lapisan badan sarira kita yang tersusun dari pikiran yang halus, yaitu 
  • pikiran yang bersih, 
  • penuh welas asih, dan 
  • kebaikan tanpa pamrih.
Kalau setelah mati kita lahir di alam-alam yang luhur (alam para dewa), ini adalah lapisan badan yang kita gunakan di alam-alam luhur tersebut.
Kita akan tinggal di alam dewa untuk jangka waktu yang sangat lama, akan tetapi di titik ini roda samsara (kelahiran manusia kembali) belum berhenti. Kita masih akan mengalami kelahiran kembali ke dunia untuk melanjutkan evolusi jiwa kita, mungkin lahir menjadi orang suci, guru spiritual (yang asli), dll. Ini sebabnya Karana Sarira sering disebut dengan istilah "badan penyebab" (penyebab kita dilahirkan).

Karma Wasana

Karma Wasana adalah perbuatan pada masa lampau atau terdahulu seseorang yang dapat mempengaruhi kualitas kehidupan, baik buruk perilaku subha dan asubha karma dari Tri Guna seseorang yang sebagaimana disebutkan dalam sumber kutipan "Pengaruh Triguna Terhadap Tingkat Sradha Dalam Pengembangan Budhi Pekerti" untuk mencapai kalepasan dari pengaruh karma ini,
  • Orang terlebih dahulu harus menunaikan tugasnya tanpa mengharapkan pahalanya.
  • Selanjutnya orang harus mempelajari kitab suci weda di bawah pimpinan seorang guru pengajian yang akan memimpinnya menurut kemampuan masing-masing, 
  • Sehingga orang akan mendapatkan pengetahuan yang benar tentang dirinya dan tentang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa.
Pengetahuan ini akan melahirkan kasih kepada Tuhan. Kasih ini harus dipelihara sehingga menjadi kasih yang tiada putusnya atau menjadi pemujaan yang terus menerus atau bhakti. 

Dasa Indria

DHRITRARASHTRA, gambar ini diambil dari http://setyawara.webnode.com ...Dasa Indria (Dasendriya; Lontar Tutur Kumaratatwa) adalah sepuluh indria / gerak keinginan manusia atau mahluk hidup, yang disebutkan terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu :
  • Panca Budi Indria, lima gerak perbuatan/rangsangan: 
    • Caksu indria; penglihatan, 
    • Ghrana indria; penciuman, 
    • Srota indria; pendengaran, 
    • Jihwa indria; pengecap, 
    • Twak indria; sentuhan atau rabaan
  • Panca Karma Indria, lima gerak perbuatan / penggerak: 
    • Wak indria; mulut, 
    • Pani; tangan, 
    • Pada indria; kaki, 
    • Payu indria; pelepasan, 
    • Upastha indria; kelamin.
Demikian dijelaskan dalam kutipan salah satu komentar kiriman pada forum diskusi jaringan hindu nusantara. 

Disebutkan pula bahwa, disamping Dasa Indra ini sebagai salah satu tahapan terwujudnya alam semesta, pada saat merayakan hari raya kuningan sehingga diharapkan muncul div atau sinar suci Tuhan untuk keheningan dasa indra ini.

Dosa


Dosa berasal dari kata dush artinya melemahkan atau merusak.
  • Ini artinya dalam hidup ini ada perilaku manusia yang melemahkan bahkan sampai merusak ada yang menguatkan. 
  • Manusia hendaknya senantiasa memikirkan dalam-dalam agar jangan berbuat untuk melemahkan dirinya dengan berbuat dosa yang menjauhkan hidup ini dari hidup bahagia apalagi sorga yang dalam Sad Anu Darsana disebutkan,
    • Dengan merenungkan sebelum berbuat, 
    • kita akan lebih mampu menghindari dari dosa.

Asubha Karma

Asubha Karma atau Adharma adalah segala bentuk tingkah laku yang tidak baik, tidak suci dan selalu menyimpang dengan perbuatan subha karma dan bertentangan dengan hukum yang berlaku, serta merupakan sumber dari kedursilaan yaitu :
  • Segala bentuk perbuatan yang selalu bertentangan dengan susila atau dharma, dan 
  • Selalu cenderung mengarah kepada kejahatan. 
  • Dan nantinya setelah kematian, akan mendapatkan hukuman berupa penyiksaan diKawah Candra Gomuka bagi atma yang semasa hidupnya selalu berbuat asubha karma ini.
Semua jenis perbuatan yang tergolong acubhakarma / Asubha karma ini merupakan larangan-larangan yang harus dihindari di dalam hidup ini.
Karena semua bentuk perbuatan acubhakarma inilah menyebabkan manusia berdosa dan hidup menderita.

Subha Karma

Subha Karma (Suba Karma; Cubhakarma) adalah perbuatan - perbuatan yang baik yaitu segala bentuk tingkah laku yang dibenarkan oleh ajaran agama yang dapat menuntun manusia itu ke dalam hidup yang sempurna, 
  • bahagia lahir bathin, dan 
  • menuju kepada persatuan Atman dengan Brahman (Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa) atau moksa.
Perbuatan baik atau subha karma yang perlu disucikan tersebut meliputi :

Sekar Madya