OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Ingkel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ingkel. Tampilkan semua postingan

Taru

Taru adalah pepohonan yang berhubungan dengan tumbuhan berkayu.

Di Bali, biasanya diawal pembuatan sanggah turus lumbung, terlihat pula banyak umat menggunakan pepohonan dapdap yang dipercayai sebagai taru sakti.
Dimana berkaitan dengan penggunaan segala jenis taru ini agar selalu diberikan keselamatan dan terlepas dari bencana untuk doa sesapan ditujukan pada Betare Sangkara sebagai dewanya tumbuh-tumbuhan.

Beburon

Beburon adalah sebutan hewan atau binatang di Bali. Binatang disebutkan sato sebagai makhluk hidup yang memiliki dua aspek kemampuan dwi pramana yang berupa :
  1. bayu sebagai tenaga untuk hidup.
  2. sabda yaitu kemampuan untuk berbicara
Binatang sebagai ciptaan Tuhan yang dalam ajaran ahimsa disebutkan maka tidaklah dibenarkan manusia menyiksa dan membunuhnya dengan sewenang-wenang agar pengendalian diri kita ini mencapai kesempurnaan rohani dan kesucian lahir bathin.

Namun dalam hidup ini kita pasti pernah membunuh binatang baik sengaja maupun tidak yang dalam Ahimsa Parama Dharma disebutkan hendaklah kita sebagai manusia tidak boleh lupa untuk mendoakan binatang tersebut sebelum dibunuh agar rohnya mendapat peningkatan.

Sato

Sato (sata) adalah mahluk hidup yang memiliki dua kekuatan dwi pramana yaitu kekuatan bayu dan sabda yang dalam aksara wreastra sehari-hari disebutkan :
Sata berarti hewan dan binatang ("sato";Sapta Wara | Beburon yang sejatinya juga ciptaan Tuhan.
Dan hendaklah kita sebagai manusia disebutkan tidak boleh sewenang-wenang dan lupa untuk mendoakan binatang dengan mantra tertentu sebelum dibunuh untuk dimakan, sebagai kurban suci dll agar rohnya mendapat peningkatan.
Dahulu dalam kepercayaan nenek moyang terhadap binatang-binatang yang dianggap suci, keramat, memiliki kekuatan dan dijadikan

Sekar Madya