OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Jenis-Jenis Canang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenis-Jenis Canang. Tampilkan semua postingan

Urasari

Urasari "Ura Sari" atau Urassari adalah simbol dari kekuatan "Windhu" (Matahari) dan simbol kekuatan "Nadha" (Bintang) demikian simbol ini digunakan sebagai dasar dari canang sari untuk persembahyangan sehari-hari.
Susunan sebuah "Sampian Urasari" disebutkan berbentuk bundar sebagai dasar untuk menempatkan bunga diatasnya sebagai simbol dari kekuatan "Windhu" (Matahari) dan "Nadha" (Bintang) tersebut.
Penataan bunga berdasarkan warnanya di atas Sampian Urasari diatur dengan etika dan tattwa, harus sesuai dengan pengider-ideran atau padma anglayang Panca Dewata.

Urassari juga sebagaimana disebutkan dalam

Canang Sari

Canang Sari awalnya merupakan ciptaan dari Mpu Sangkulputih yang menjadi sulinggih menggantikan Danghyang Rsi Markandeya di Pura Besakih.

Canang sari ini dalam persembahyangan penganut Hindu Bali adalah kuantitas terkecil namun inti (kanista=inti). Kenapa disebut terkecil namun inti, karena dalam setiap banten atau yadnya apa pun selalu berisi Canang Sari.

Canang Pengrawos

Canang Pengrawos (Pengraos) adalah sebuah canang yang dipergunakan untuk memohon kehadapan Sang Hyang Widhi khususnya dalam hal memohon kebulatan pendapat berdasarkan ketenangan hati untuk mencapai kedamaian yang sebagaimana disebutkan oleh ketutwirama dalam macam-macam canang, Canang Pengrawos ini biasanya dipergunakan pada saat paruman, upakara pemelastian (melasti) Bethara, upakara piodalan, upakara pengajuman dll.

Pembuatan canang pengerawos ini pada prinsipnya sama seperti canang gantal hanya ditengahnya mempergunakan sebuah takir berisi 5 buah lekesan, serta maknanya hampir sama dengan canang gantal, hanya disini menekankan.

  • Lekesan sebanyak 5 buah sebagai simbul dari, sabda, bayu, idep ("kekuatan pikiran"; Tri Pramana), rasa, dan cita.

Canang Gantal

Canang Gantal adalah permohonan umat kehadapan Sang Hyang Widhi agar dianugerahkan kedamaian yang digunakan pada upakara panca yadnya sebagaimana dijelaskan oleh ketut wirama dalam macam-macam canang disebutkan pengertian dari canang gantal ini yaitu :
  • Kata gantal berasal dari kata “Gana”,

Sekar Madya