OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Sad Dharma

Sad Dharma merupakan enam dharma atau kewajiban umat Hindu yang terdiri dari :
  1. Dharma Wacana, memahami lebih mendalam tentang nilai-nilai dharma dalam kehidupan ini..
  2. Dharma Tula, tanya jawab agama.
  3. Dharma Gita, nyanyian agama.
  4. Dharma Sadhana, merealisasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Dharma Santi, pertemuan untuk saling memaafkan kesalahan masing-masing serta berjanji untuk tidak membuat kesalahan lagi dikemudian hari.
  6. Dharma Yatra yang juga disebut sebagai Tirtha Yatra (bepergian/perjalanan agama).

Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma

Moksartham jagadhita ya ca iti dharma adalah tujuan hidup untuk mencapai kesejahteraan di dunia ini maupun mencapai moksa yaitu kebahagiaan di akhirat kelak yang dalam kutipan pokok pokok ajaran hindu dharma dalam babad bali disebutkan,
  • Moksa yang juga disebut mukti dengan tercapainya kebebasan jiwatman atau juga disebut mencapai kebahagiaan rohani yang langgeng di akhirat.
  • Jagadhita juga disebut bhukti yaitu kemakmuran dan kebahagiaan setiap orang, masyarakat, maupun negara. 
Dengan melaksanakan swadharma masing - masing secara tekun dan penuh rasa tanggung jawab yang dalam pelaksanaan catur dharma sebagai tugas yang patut kita dharma baktikan baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk umum.



Kanda Pat

Kanda Pat | istilah Kanda Pat terdiri atas dua kata yaitu “kanda” dan “Pat”.
  • Kanda yang disebut juga skanda, tetapi lumrah disebut Kanda yang berarti bagian-bagian. 
  • Pat berasal dari kata papat atau catur yang berarti empat. 
Kalau digabungkan menjadi bagian-bagian yang berjumlah empat. Bagian tersebut tidak lain adalah bagian badan spritual kita, kekuatan-kekuatan Hyang Widhi yang selalu menyertai roh (Atman) manusia sejak embrio, kelahiransampai meninggal dunia mencapai Nirwana.

Bagian-bagian ini juga dikenal dengan saudara-saudara catur sanak yang berada dalam badan kita yang berjumlah empat.

Acara Agama

Acara Agama adalah tata cara pelaksanaan ajaran agama yang diwujudkan dalam tradisi upacara sebagai wujud simbolis komunikasi manusia dengan Tuhannya yang dalam kutipan acara agama ~ Balinese sebagaimana disebutkan,
  • Dalam fenomena keberagamaan Hindu di Bali, acara agama tampaknya lebih menonjol dibandingkan dengan aspek lainnya. 
  • Acara agama yang seringkali juga disebut upacara yadnya atau ritual keagamaan merupakan pengejawantahan dari tattwa dan susila agama Hindu yang beberapa pengertian

Tattwa

Tattwa adalah ajaran ketuhanan yang diyakini kebenarannya dalam beragama oleh sebab itu dalam sumber kutipan acara agama ~ Balinese sebagaimana disebutkan,  
  • Tattwa disebut kebenaranlah itu dan
  • tattwa tidak dapat didefinisikan sebagai filsafat,  
    • tetapi lebih tepat didefinisikan sebagai dasar keyakinan beragama. 
Sebagai salah satu Lontar tentang Tatwa Agama seperti misalnya disebutkan Lontar Wrhaspati Tattwa yang digunakan sebagai salah satu sumber dalam Siwa Tattwa Di Bali yang berisikan dialog tentang
  • bagaimana sang atman dapat bersatu kembali kepada asalnya atau
  • masuk sorga ?
Selain tattwa tersebut diatas, materi tattwa dalam mewujudkan pemangku yang ideal, yang wajib dipahami

Sanatana Dharma

Sanatana Dharma adalah jalan abadi dan kebenaran dharma sejati yang bersumber dari Sang Hyang Widhi, yaitu suatu kebenaran yang abadi berdasarkan atas kitab suci weda yang sebagaimana disebutkan belajar dan pembelajaran adalah yadnya yang dalam kutipan Mantram Hindutersebut dijelaskan bahwa
Weda sebagai panduan hidup manusia sepanjang zaman karena Hyang Widhi telah mewahyukannya untuk diikuti oleh seluruh umat manusia.

Bhakti

Bhakti atau Bakti adalah usaha untuk mencapai Jagadhita dan moksa dengan jalan sembah bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa sebagai Guru Swadhya dan bhakti kepada catur guru lainnya.

Bhakti yang merupakan bagian dari ajaran Catur Marga sebagaimana yang disebutkan dalam Babad Bali, Bhakti Marga, dengan jalan sujud dan cinta kepada Tuhan Pelindung dan Pemelihara semua makhluk, maka Tuhan akan menuntun seorang Bhakta, yakni orang yang cinta, bakti dan sujud kepadaNya untuk mencapai kesempurnaan.

Dengan menambah dan berdoa mohon perlindungan dan ampun atas dosa - dosanya yang pernah dilaksanakan serta mengucap syukur atas perlindungannya, kian hari cinta baktinya kepada Tuhan makin mendalam hingga Tuhan menampakkan diri (manifest) di hadapan Bhakta itu.

Jagadhita

Jagadhita adalah kesejahteraan, kemakmuran dan kebahagiaan setiap orang, masyarakat, maupun negara sebagai tujuan hidup agar tercapainya moksartham jagadhita ya ca iti dharma di dunia ini dan di akhirat nantinya.


Untuk mencapai ketentraman bersama jagadhita sebagai penerapan ajaran karma marga yang dengan dilandasi filosofi "paras-paros sarpanaya salunglung sabayantaka"

Brahman

Brahman (Paramatman) adalah keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan salah satu bagian dari Panca Srada untuk dapat mencapai tujuan hidup di dunia ini yang sebagaimana disebutkan :
  • Brahman Atman Aikyam sejatinya itu adalah sesuatu yang tunggal.
    • Sebagai jiwa dari Bhuwana Agung, alam semesta dan seluruh kehidupan di alam ini yang disebut Sang Hyang Widhi; 
    • Karena Dialah asal segala yang ada ini dan kepadaNya pula segala yang ada ini akan kembali.
  • Dimana Brahman dalam adwaita wedanta juga disebutkan,
    • Brahman hanya ada satu, tidak ada duanya, 
    • Namun orang-orang bijaksana menyebutnya dengan berbagai nama yang dalam

Punarbhawa

Punarbawa adalah sebuah siklus kehidupan sebagai bagian dari Panca Sradayaitu merupakan kelahiran yang berulang-ulang, yang disebut juga penitisan kembali yang juga disebut Samsara.

Di dalam Weda disebutkan bahwa

  • “Penjelmaan jiwatman / atman yang berulang-ulang di dunia ini atau didunia yang lebih tinggi disebut Samsara.
  • Kelahiran yang berulang-ulang ini membawa akibat suka dan duka. 
  • Samsara atau Punarbhawa ini terjadi oleh karena Jiwatman masih dipengaruhi oleh kenikmatan, 
  • dan kematian akan diikuti oleh kelahiran”.
Punarbhawa dengan reinkarnasi kembali akan terus berlanjut hingga atmanya dapat terlepas dari seluruh ikatan duniawi.
Referensi bersumber dari artikel berbagi ilmu dan pengalaman, Panca Srada.

Bhagawad Gita

Bhagawad Gita atau ("Bhagavadgita"; "Bhagawadgita") adalahkitab Gita suci yang dituturkan dari Yang Maha Suci Kresnadalam gundahnya Sang Arjuna untuk menegakkan dharmasebagaimana disebutkan dalam kutipan PHDI. 

Masa Penulisan Bhagawad Gita

Bhagawad Gita yang berdasarkan sumber kutipan dari Agama Hindu artikel Pura Penataran Luhur Medang Kemulan, Bhagawad Gita yang penulisannya dipengaruhi oleh aliran Hindu atau sad darsana, terutama dari aliran Samkhya, Yoga dan Wedanta yang oleh para pakar berpendapat bahwa syair ini ditulis kurang lebih pada abad ke dua atau ketiga (2 atau 3) Masehi.

Moksa

Moksa adalah kebahagiaan di dunia ini dan akhirat pada nantinya yang kekal abadi dan juga dikenal dengan istilah : 
Sukha tan pawali dukha, suatu keadaan kebahagiaan yang tidak disusul oleh kedukaan.
Dimana Moksartham jagadhita ya ca iti dharma sebagai tujuan hidup untuk dapat mencapai kesejahteraan di dunia ini maupun mencapai kebahagiaan di akhirat kelak.
Untuk mencapai kebahagiaan di dunia ini disebutkan juga yaitu :
Dengan terbebas dan terlepas dari rasa bersalah, sesungguhnya kita juga telah mencapai moksa karena kata moksa sendiri berarti bebas atau lepas. 

Dharma

Dharma adalah aturan, hukum, dan kewajiban agar selalu dapat berbuat kebaikan untuk dapat mencapai kebahagiaan dan kebenaran sejati.
"Ibaratnya seperti kita menanam padi, kadang rumput pun ikut tumbuh, tapi saat kita menanam rumput tidak akan pernah tumbuh padi".
Begitupun dalam melakukan kebaikan, kadang² hal yg buruk pun turut menyertai.
Tapi saat melakukan keburukan, tidak akan ada kebaikan bersamanya.

Catur Purusha Artha

Catur Purusha Artha atau Catur Purusartha" berasal dari kata :
  • catur artinya empat (4), 
  • purusha artinya realitas absolut (ref) 
  • dan artha juga berarti alat, 
Sehingga Catur Purusa Artha sebagai empat tujuan hidup yang terdiri dari :
  1. Kama; semangat hidup untuk meraih kemenangan dan kesuksesan dalam hidup ini.
  2. Artha; alat, material, kekayaan dan harta-benda.
  3. Dharma; aturan, hukum, dan kewajiban agar selalu berbuat kebaikan untuk mencapai kebenaran sejati.
  4. Moksa; keindahan, kebahagiaan, dan kebebasan.

Kama

Kama adalah semangat hidup seperti halnya : nafsu, hasrat, keinginan, keberanian untuk dapat meraih kemenangan dan kesuksesan serta kebanggaan ataupun penghargaan dalam hidup ini.
Sebagai bagian dari Catur Purusa Artha, disebutkan pula bahwa kama juga tidaklah dibiarkan liar tanpa kendali.
Keberanian untuk mencapai sebuah kemenangan haruslah juga disebutkan digunakan untuk kebaikan bersama, seperti halnya dahulu diceritakan keberanian yang dilakukan oleh Dewa Kama dalam kisah Sang Hyang Semara Ratih;
    Dengan keberanianNya untuk sebuah kemenangan dan demi kebaikan semua

    Artha

    Artha adalah harta kekayaan dalam bentuk materi / benda - benda duniawi sebagai alat untuk menjadi penunjang hidup manusia.

    Artha yang merupakan salah satu bagian dari Catur Purusa Artha sebagai tujuan hidup yang disebutkan pula bahwa;


    Terkadang hidup terlalu miskin dibandingkan orang lain, kurang makan, tidak bisa sekolah, tidak bisa berobat ke dokter, dll, pasti juga bisa mendatangkan banyak masalah dan kesulitan dalam hidup.
    Karena kemiskinan juga punya potensi untuk menjebak kita ke dalam kegelapan bathin. Sehingga kita memang perlu bekerja keras untuk mendapatkan uang. Inilah tujuan dari Artha (kekayaan) dan Kama (keinginan).

    Namun bila kita tidak hati-hati di dalam upaya mencari uang, kita bisa terjerumus ke dalam kegelapan bathin. Kita sukses secara materi tapi gagal secara rohani. Kita menciptakan banyak kesengsaraan bagi orang lain dan bagi diri kita sendiri sebagaimana dijelaskan Babad Bali dalam Catur Purusha Artha, keserakahan terhadap artha juga dapat melumpuhkan sendi - sendi :

    • kehidupan beragama, dan 
    • menghilangkan kewibawaan.

    Guru Wisesa

    Guru Wisesa adalah pemerintah yang menjadi guru bagi seluruh rakyatnya dan kewajiban rakyatnyalah yang wajib menghormati dan mentaati segala hukum dan peraturan pemerintah itu juga.

    Disebutkan pula bahwa, orang yang memang benar-benar bisa memimpin dan mengayomi rakyatnya dengan baik pada suatu negara, demikian disebutkan dalam sumber kutipan ajaran hindu, catur guru yang sebagaimana disarankan bahwa pemerintah seyogyanya dapat menjadi :
    • inspirator, 
    • bisa menjadi tauladan dan panutan bagi rakyatnya. 
    • Segala gerak-gerik harus mencerminkan sikap yang bisa digugu dan ditiru masyarakatnya. 
    • sosok yang dicintai dan sekaligus mencintai rakyatnya.

    Tri Hita Karana

    Tri Hita Karana adalah merupakan tiga pedoman atau konsep masyarakat Hindu dalam hal hubungan harmonis yang wajib dijaga umat manusia, yang terdiri dari : 
    1. Parahyangan, yaitu menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa .....
    2. Pawongan, yaitu menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama manusia ...
    3. Palemahan, yaitu menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungannya.....
    Ketiga konsep Tri Hita Karana ini juga terkait dengan pendirian Pura Kahyangan Tiga dan Pura Silayukti yang terletak di Padang Bai. Umat yang mamedek di Pura Silayukti itu diharapkan memegang teguh dan menjalankan ajaran kebenaran (agama) yakni Tri Murti Tatwa dan Tri Hita Karana ini.Sumber artikel : Pura Silayukti, Pasraman Mpu Kuturan dalam Babad Bali. (ref)

    Dengan disepakati konsep Tri Hita Karana berdasarkan konsep Siwa-Budha, menuju kepada yang maha suci seperti yang disebutkan dalam Lalita Hita Karana, pendirian Tri Kahyangan sebagai pedoman dan konsep Tri Hita Karana dalam masyarakat Hindu mampu mewadahi semua aliran dan sekta yang ada di Bali saat itu.

    Hindu Dharma

    Agama Hindu atau Hindu Dharma yang juga disebut :
    Jalan abadi atau Sanatana Dharma yang tidak memiliki awal ataupun akhir.
      Namun demikian tetap menjadi suatu kesatuan yang harus dimiliki dan dilaksanakan dalam sebuah kerangka dasar agama Hindu sehingga menjadi manusia yang sempurna.

      Sejatinya sebuah dharma bersumber dari kebenaran dan hanya kebenaran yang akan jaya (atau tetap menang) yaitu :
      Dengan tetap melaksanakan ajaran agama Hindu secara benar dimana dalam upacara Sudi Wadani disebutkan bahwa kebahagiaan pasti akan dapat tercapai pula.

      Religi

      Dalam kehidupan masyarakat prasejarah, sistem religi merupakan salah satu unsur kebudayaan yang bersifat universal dan sangat kompleks. 
      Dahulu, sebagai peninggalan tradisi zaman megalitik, misalnya; tahta batu, dolmen, menhir, arca yang bercorak megalitik disebutkan mencerminkan bahwa perkembangan religi pada masa itu telah maju.
      Secara umum dalam Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Bali sebagai sumber belajar kebudayaan Bali dan upaya pelestariannya disebutkan ada 5 unsur pokok yang berkembang dalam berbagai religi di dunia. 

      Sekar Madya