OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan

Seni Budaya

Seni Budaya adalah cipta dan rasa sebagai representasi peradaban yang dalam tradisi Bali selalu menempatkan Tri Wisesa sebagai unsur estetikanya : 
Karena kebenaran itu sejatinya suci dan indah,  
dan hendaknyalah disebutkan keindahan dari seni dan budaya tersebut juga suci dan mengandung kebenaran sejati.

Patra

Patra adalah ukiran atau relief yang berbentuk tumbuhan merambat dan menjalar sebagai bagian jejepan dari rumus perhitungan wariga dan dewasa ayu dalam kalender bali yang digunakan untuk menentukan hari baik berdasarkan wariga dan dewasa ayu.

Patra yang digunakan dalam motif hias ukir - ukiran  sebagaimana disebutkan dalam keketusan dan kekarangan, yang berbeda halnya dengan ukirankekarangan, pepatran ini merupakan jenis ragam hias yang berwujud gubahan - gubahan keindahan hiasan dalam patern - patern yang juga disebut patra. 

Ide dasar pepatran sebagaimana ditambahkan, banyak motif patra yang diambil dari bentuk - bentuk keindahan flora yang diambil sedemikian rupa sehingga jalur daun, bunga, putik dan ranting dibuat berulang - ulang. 

Dharma Gita

Dharma Gita adalah lagu-lagu suci kerohanian yang dalam pelestarian seni budaya biasanya sering dilombakan sebagaimana dikutip dari materi pelajaran pendidikan agama hindu kelas XI, beberapa pengertian istilahnya disebutkan seperti berikut ini :
  • Sloka, biasanya terdiri dari empat baris dalam satu bait dengan jumlah suku kata yang sama setiap barisnya. Sloka biasanya bersumber dari kitab suci yang umumnya berbahasa Sansekerta.
  • Palawakya menggunakan Bahasa Jawa kuno dan berbentuk prosa. Dalam membaca dan melantunkan irama ditentukan pada intonasi serta ketepatan pengejaan dan pemenggalan kata.
  • Kekawin/Kidung/Tembang, di setiap daerah memiliki jenis-jenis kidung/tembang tersendiri, di Bali kidung dikelompokkan menjadi :
    • Sekar Agung / Kekawin
    • Sekar Madya/ kidung
    • Sekar alit / pupuh

Umbul - Umbul

Umbul-umbul adalah lembaran kain berbentuk segi tiga memanjang / meninggi yang semakin ke atas semakin mengecil / mengrucut dan pada ujungnya dihiasi dengan segi tiga. 
Sistem budaya yang terdiri dari gagasan, pikiran, konsep, nilai-nilai, norma, dan pandangan oleh

Calonarang


Dalam Calonarang ini, pertempuran sengit terjadi antarabarong melawan rangda yang keduanya sakti mandra guna. 


Topeng Bondres


Topeng Bondres yang perkembangan dan sejarahnya di mulai sejak tahun sembilan puluhan (1990an) di Bali.

Seni pertunjukan topeng yang sering menampilkan tokoh-tokoh yang lucu, dengan humor-humor yang segar adalah merupakan salah satu tokoh dalam dramatari topeng, tokoh-tokoh dalam topeng ini terdiri dari :

  • Topeng Pengelembar (tokoh tua dan tokoh keras),
  • Penasar Kelihan yang tua.
  • Penasar Cenikan yang lebih muda
  • Ratu (Dalem dan Patih)
  • Bondres (tokoh rakyat). 

Perkembangan Seni

Perkembangan Seni yang berawal dari bentuk karya seni yang paling sederhana dengan bahan sederhana pula yang dalam perkembangan setiap zamannya disebutkan sebagai berikut :
  • Seni primitif berkembang pada zaman prasejarah, yang mana tingkat kehidupan manusia pada masanya sangat sederhana sekali dan sekaligus merupakan ciri utama, 
    • Dahulu dalam masyarakat primitif, kedudukan magis sangatlah penting. 
      • Boleh dikatakan semua upacara keagamaan, 
      • Sikap hidup
      • Sikap rohani 
      • dll

Perkembangan Kesenian Mulai Dari Seni Primitif, Seni Klasik, Seni Tradisional, Seni Modern, Sampai Seni Kontemporer Beserta Contoh Karya Seni Yang Dihasilkan

Segala bentuk hasil karya manusia didunia ini tentunya selalu mengalami bentuk perubahan dan perkembangan dari waktu kewaktu, karena tidak akan mungkin karya manusia terjadi begitu saja dan sampai disitu saja. demikian pula halnya dengan karya seni yang dibuat oleh manusia. Tentunya karya seni akan berawal dari bentuk karya yang paling sederhana dengan bahan yang sederhana pula. dan karya seni tersebut akan mengalami perkembangan menjadi lebih baik sesuai dengan jamannya.
berikut akan dijelaskan mengenai perkembangan hasil karya seni manusia dari jama primitif sampai jaman modern.
  
Seni Primitif
Seni primitif berkembang pada zaman prasejarah, yang mana tingkat kehidupan manusia pada masanya sangat sederhana sekali dan sekaligus merupakan ciri utama, sehingga manusianya disebut orang primitif. Hal ini berpengaruh dalam kebudayaan yang mereka hasilkan.


Contoh Lukisan seni primitif
Mereka menghuni goa-goa, hidup berpindah-pindah (nomaden) dan pekerjan berburu binatang. Di bidang kesenian, karya seni yang dihasilkan juga sangat sederhana, namun memiliki nilai tinggi sebagai ungkapan ekspresi mereka. Peninggalan karya seni yang dihasilkan berupa lukisan binatang buruan, lukisan cap-cap tangan yang terdapat pada dinding goa, seperti pada dinding goa Leang-leang di Sulawesi Selatan, goa-goa di Irian Jaya, dan pada dinding goa Almira Spanyol.


Drama Gong


Menurut Babad Bali, Drama Gong diciptakan sekitar tahun 1966 oleh Anak Agung Gede Raka Payadnya dari desa Abianbase (Gianyar). Diakui oleh penciptanya bahwa Drama Gong yang diciptakan dengan memadukan unsur-unsur drama tari tradisional Bali seperti Sendratari, Arja, Prembon dan Sandiwara dimaksudkan sebagai sebuah prembon (seni campuran) modern.


Arja

Arja sebagai kesenian Tradisional Bali, disebutkan awalnya muncul kira - kira pada tahun 1920 yang diperankan oleh para laki - laki. Tema yang biasanya digunakan dalam arja bisanya mengambil lakon sejarah / kisah - kisah, drama kontemporer maupun cerita cinta. Demikian sejarah arja yang dikutip dan diterjemahkan dari Arja, Balinesedance.


Sendratari


Sendratari merupakan singkatan dan perpaduan dari seni, drama dan tari. Di Bali, pertunjukan kesenian ini biasanya bersifat kolosal yang melakonkan sejarah para raja, budaya, satua atau cerita yang cukup dikenal dikalangan rakyat Bali dengan menggunakan beberapa dalang dalam setiap pementasannya.

Wayang Kulit

Menurut Babad Bali, Wayang Kulit diperkirakan sudah ada sejak sekitar abad ke IX, yang diiringi dengan menggunakangamelan gender wayang atau  Pewayangan dalam pementasan atau pertunjukannya.

Sekar Madya