OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Karma

Karma adalah segala gerak dan aktivitas manusia yang dapat menimbulkan "sebab dan akibat" sebagai pengetahuan dasar etika hindu disebutkan :
  • Karma Papa akan dapat menimbulkan keterikatan dan kesengsaraan .... 
  • Punya Karma | yang menjadi sebab adanya pahala yang baik ... 
  • Dasa Karma Phala | sepuluh pengendalian gerak/karma ...
  • Dengan cara karma patha untuk dapat mengendalikan wak purusya agar dapat mengantarkan kita kepada sahabat atau mitra dan kepada kebahagiaan atau laksmi.
Setiap orang terlebih dahulu harus menunaikan tugasnya tanpa mengharapkan pahalanya untuk mencapai kalepasan dari pengaruh karma wasana pada kehidupan sebelumnya.

Karma yang dalam bahasa sansekerta juga disebutkan berasal dari kata "Kr" yang berarti bergerak atau berbuat.

Segala gerak atau aktivitas yang dilakukan,
  • disengaja atau tidak,
  • baik atau buruk,
  • benar atau salah,
  • disadari atau diluar kesadaran
yang sebagaimana dikutip dari penjelasan Parisadha Hindu Dharma Indonesia khusunya dalam pokok-pokok keimanan agama hindu (3), kesemuanya itu disebut dengan "Karma" yang akan menimbulkan "sebab dan akibat".
Demikianlah sebab dari suatu karma akan menimbulkan akibat, buah, hasil atau pahala. Hukum sebab akibat inilah yang disebut dengan hukum karma yang terdapat dalam Weda, "Karma phala ika palaing gawe hala ayu".

Sesungguhnya dengan adanya hukum ini akan sangat berpengaruh terhadap baik buruknya segala mahluk sesuai dengan perbuatan baik dan perbuatan buruknya yang dilakukan semasa hidup dan dengan ini Hukum karma dapat menentukan seseorang itu hidup bahagia atau menderita lahir bathin. Jadi,
  • Setiap orang berbuat baik (subha karma), pasti akan menerima hasil dari perbuatan baiknya itu.
  • demikian pula sebaliknya,
    • setiap yang berbuat buruk, maka keburukan asubha karma itu sendiri tidak bisa terelakkan dan pasti akan diterima sesuatu yang buruk pula baik dalam kehidupan sekarang maupun yang akan datang.
Maka seyogyanyalah disebutkan bahwa perbuatan-perbuatan dharma yang terus menerus mengimbangi pahala dari perbuatan adharma sehingga pada penjelmaan berikutnya atman kita dapat berkedudukan menjadi manusia yang suputra atau lebih sempurna.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekar Madya