OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Bunga

pada gambar untuk mendownload Koleksi Wallpaper Gambar-gambar Bunga ...Bunga (kembang; sekar; puspa) yang digunakan sebagai sarana sembahyang dan upacara yadnya disebutkan adalah lambang kesucian, sehingga bunga yang baik sebagai sarana persembahyangan dan persembahan diusahakan bunga seperti berikut :
  • Segar, 
  • Bersih, dan 
  • Harum, 
yang sebagaimana juga dijelaskan dalam kutipan artikel kramaning sembah dalam parisada, ada beberapa bunga yang tidak baik untuk sembahyang, menurut Agastyaparwa, bunga-bunga tersebut seperti berikut: 

Nihan Ikang kembang yogya pujakena ring bhatara
  • kembang uleran, 
  • kembang ruru tan inunduh, 
  • kembang laywan, 
  • laywan ngaranya alewas mekar, 
  • kembang munggah ring sema, 
  • Nahan talwir ning kembang tan yogya pujakena de nika sang satwika.  
Artinya: Inilah bunga yang tidak patut dipersembahkan kepada Bhatara, 
  • bunga yang berulat, 
  • bunga yang gugur tanpa digoncang, 
  • bunga-bunga yang berisi semut, 
  • bunga yang layu, yaitu bunga yang lewat masa mekarnya, dan
  • bunga yang tumbuh di kuburan. 
Itulah jenis-jenis bunga yang tidak patut dipersembahkan oleh orang yang baik-baik yang juga dalam penjelasan lontar Kunti Yadnya, Bunga Mitir dinyatakan tidak patut dipersembahkan sebagai sarana upacara Dewa Yadnya.

Sebagai tambahan, untuk Mantram Penyucian Bunga, disebutkan : "Om puspa dantà ya namah swàha", artinya: YaTuhan, semoga bunga ini cemerlang dan suci.

Dalam pengembangan aspek relegi pertamanan tradisional Bali, dijelaskan beberapa jenis bunga yang baik dipakai dalam persembahyangan sesuai dengan warna dari masing-masing Dewa yang disesuaikan dengan warna bunga yang dipilih sesuai dengan Asta Dala dan baunya harum seperti :
Demikianlah disebutkan bunga utawi sekar yang digunakan dalam persembahyangan dan yadnya yang juga dalam beberapa kutipan disebutkan sebagai berikut :
  • Dahulu, dengan sarana sekuntum bunga Sumanasa dalam kisah perjalanannya ke gunung panca giri, kelak Harini akan kembali menjadi Apsari


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekar Madya