OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Dewa Wisnu

Dewa; Bathara Wisnu; "Sang Hyang Narayana" (Aksara Suci "A"; Pranawa Omkara "Ung") adalah manifestasi Hyang Widhi dalam prabawanya sebagai dewa pemelihara dalam hal sthiti, memelihara (Tri Kona) yang dalam Widhi Tatwa disebutkan : Wisnu rupa siran pangraksa jagat untuk menegakan dharma kebenaran.
Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam ini dipuja di Pura Puseh sebagai salah satu Kahyangan Tiga yang ada di setiap desa adat di seluruh Bali sebagaimana disebutkan dalam Tri Murti yang saktinya adalah Dewi Sri.

Dalam sumber kutipan Dewata Nawa Sanga, atribut Dewa Wisnu disebutkan :
Arah: Utara/Uttara
Pura: Batur
SenjataCakra
PancaWara: Wage
SaptaWara: Soma
SaktiDewi Sri
WahanaGaruda
Fungsi: Pemelihara (sthiti)
Warna : Hitam


Dan di sanggah kemulan sebagai tempat suci pekarangan rumah disebutkan pada rong tiga ruang sebelah kiri sebagai Linggih Dewa Wisnu.

Dewa Wisnu dalam kisah dan mitologi disebutkan, 
  • Dalam mitologi Pemutaran Gunung Mandara Giri, suatu ketika Dewa Wisnu sedang mengubah diri menjadi seekor babi hutan serta menggali tanah mencari pangkal lingga milik Dewa Siwa hingga ke dasar bumi. Ketika sedang menggali dasar bumi tersebut, babi hutan jelmaan Wisnu tersebut bertemu dengan Dewi Pertiwi yang cantik. Perjumpaan dewi bumi dan dewa hujan yang sedang berwujud babi hutan ini berlanjut sebagai kisah percintaan yang melahirkan seorang putera yang bernama Bhoma sebagai spirit penjaga kesakralan padmasana.
  • Dewa Wisnu juga pernah berwujud menjadi awatara yang memusnahkan Hiranyakasipu Raja Asura Raksasa yang mengaku dirinya sebagai Tuhan.
  • Dalam Kisah Watugunung, Dewa Wisnu disebut Sang Hyang Narayana yang berwujud Badawang sebagai kurma awatara yang bersenjatakan cakra dalam menegakan dharma kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekar Madya