OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Ngelawar

Ngelawar adalah salah satu kegiatan mebat sebagai proses untuk membuat lawar sebagaimana dijelaskan oleh dedot photoblog dalam penampahan galungan biasanya disebutkan masakan ini terbuat dari cincangan atau potongan daging dengan campuran kelapa beserta sayur tertentu. Makanan yang wajib ada di setiap upacara umat Hindu Bali dan perayaan acara-acara adat. 
Bapak yang memang tidak begitu pandai Ngelawar hingga ibu acap kali komplin dengan hasil olahan beliau, termasuk saya kecuali kakak saya yang lebih suka “nerima”, hehehe… 
Oleh karena itu di Bapak biasanya selalu Ngelawar-nya rame-rame baik dengan tetangga ataupun saudara untuk menutupi kekurangan Bapak yang tak begitu pintar mengolah Lawar, hehehe…
Sebagai tuan rumah tentu saja kami paling sibuk tak terkecuali saya, meski tidak begitu mengerti bagaimana caranya ngerancap basa (memotong dan mengolah bumbu), 
saya akan selalu dengan sedikit senang kebagian mengupas bawang merah atau menghilangkan tangkai dari cabe bahkan hanya melihat saja, 
hahaha… Intinya semua sibuk dengan tugas masing-masing hingga lawar, sate, Tum atau beserta Jukut (sayur seperti halnya jukut ares) yang biasanya selalu di bikin berkuah tersaji dan siap untuk disantap bersama. Sebelum makanan ini disantap maka akan seperti biasa Mbok Luh, kakak perempuan saya akan Mebanten ke Sanggah (pura keluarga) dan kemudian Ngejot ke tetangga atau ke beberapa saudara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekar Madya