OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Subak

Subak adalah organisasi tradisional petani Bali yang dikepalai oleh seorang pekaseh dalam hal tata kelola dan sistem distribusi irigasi untuk pertanian dan perkebunan yang sebagaimana disebutkan Museum Subak Sanggulan Tabanan sebagai tempat peragaan kegiatan subak di Bali.

Fungsi subak yang dalam sejarahnya telah ada di Bali sebelum kedatangan Rsi Markandeya disebutkan :
  1. Mengatur pembagian air dengan sistem temuku, yaitu;
    • Temuku aya: pembagian air di hulu
    • Temuku Gede: ukuran bagian air untuk wilayah persubakan
    • Temuku penasan: ukuran bagian air yang langsung ke petak sawah yang jumlah petani sawah 10 bagian.
    • Temuku penyahcah: ukuran bagaian air untuk perorangan.
  2. Memelihara bangunan pengairan disertai dengan pengamanan, sehingga dapat dihindari kehilangan air pada saluran air.
  3. Mengatur tata guna tanah dengan sistem sengkedan, sehingga lahan tanah yang tadinya bergunung-gunung menjadi hamparan sawah yang berundak-undak.
Konsep subak yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana yang dijelaskan sebagai berikut :
  • Dalam hubungan Parahyangan, berkaitan dengan sembah bhakti untuk upacara keagamaan subak di pura - pura yang berkaitan dengan subak selain Pura Ulun Carik disebutkan pula :
    • Pura Bedugul (yang dibangun pada setiap tempat pembaian air dan bendungan)
    • Pura Ulun Suwi (yang dibangun pada setiap wilayah subak atau beberapa subak yang mempunyai sumber air yang sama) 
    • Pura Ulun Danu, yang terdapat pada tempat pada keempat danau di bali yaitu; daanau Beratan, danau Buyan, danau Tamblingan, dan danau Batur.
    • Pura Masceti, yang dibangun dalam wilayah dimana subak itu berada.
  • Hubungan Pawongan, hubungan horisontal baik dengan pemerintah maupun para anggota yang dengan penerapan awig Awig subak yang memuat hukum tentang ketentuan hak dan kewajiban para anggotanya sehingga terjadi keharmonisan diantara para petani dll.
  • Hubungan Palemahan, disesuaikan dengan kondisi jaman dan perkembangan teknologi yang ramah lingkungan baik dalam jaringan distribusi irigasi, pola tanam dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sekar Madya