OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Cane

Cane adalah untuk memohon agar pertemuan berjalan lancar yang berbentuk seperti gebogan tetapi sekelilingnya dihiasi dengan bunga berwarna warni.
Cane dibuat dengan sebuah dulang kecil dihiasi dengan sesertiyokan dari janur yang ditengah-tengahnya ditancapkan batang pisang. 
Disekitarnya diisi perlengkapan lain seperti: Bija, Air cendana dan burat wangi, masing-masing dialasi dengan empat buah tangkir atau mangkuk kecil. 

Dilengkapi pula dengan kojong empat buah yang berisi tembakau, pinang dan lekesan yaitu, 2 lembar sirih yang dilengkapi dengan gambir dan kapur dan diikat dengan benang.
Bunganya ditancapkan melingkar pada batang pisang dan paling diatas diisi cili atau hiasan-hiasan lainnya. Cane dipergunakan terutama pada waktu upacara melasti dijunjung mendahului pratima atau daksina pelinggih. 

Cane juga digunakan pada rapat-rapat atau paruman desa adat untuk memohon agar pertemuan berjalan lancar. Setelah pertemuan selesai, cane akan dilebar yaitu dengan jalan membagi-bagikan air cendana, Bija, Bunga serta perlengkapan lainnya. Demikianlah disebutkan Tetandingan Banten "Cane" dalam kutipan forum diskusi jaringan hindu nusantara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekar Madya