OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Manik

Manik adalah inti, sari, pati ataupun hakikat yang pengertiannya disebutkan,
  • Pada suatu material laksana kristal, bentuknya pun padat bahkan amat padat manakala digosok sedemikian rupa, maka manik ini pun tampak cemerlang.
  • Les (eles), atau unteng, terutama manakala terkait dengan inti-sari-hakikat pepohonan. 
Tidak heran bila ada begitu bermacam-macam sebutan manik di Bali, seperti :
  • Manik Mas (di Pura Besakih), 
  • Manik Corong (di Pejeng, Gianyar), 
  • Manik Galih (Bulir Bernas Padi),
Tapi, yang paling spesial terdengar di telinga saat menapakkan kaki di Desa Adat Panglipuran yang kuno-otentik itu sebagaimana disebutkan Ida Ayu Manik Blabur dalam artikel Bali Post, sebagai ucapan berkesantunan khas warga adat Panglipuran Bali kepada sang Maha Penghidup semesta raya beserta seisinya.

Kata manik sebagai nama khas dalam sejarahnya di Bali juga disebutkan :
  • Ida Bathara Jogor Manik, dalam prabawaNya untuk mengadili atma
  • Manik Angkeran saat bersekolah di Bali yang tergoda melihat ujung ekor Naga Basukih yang menggunakan hiasan emas bertahta permata mulia yang mahal-mahal.
  • Bendesa Manik Mas dalam babad bendesa manik mas disebutkan sebagai salah satu keturunan dari Mpu Gnijaya.
  • Manik dalam benda gaib di Bali,
    • Manik kakul, berbentuk keong kecil berwarna putih sedangkan
    • Manik taluh, telur kecil tanpa isi, yang sudah membatu berguna untuk menghidupkan kama pada orang yg lama tak punya keturunan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekar Madya